Skip to main content

Sulit Memahami Matematika, apa itu diskalkulia?


Sulit Memahami Matematika, Wajar Atau Sebenarnya Tanda Gangguan?

© Disediakan oleh Hello Health Group Pte. Ltd.

Tidak sedikit orang yang sangat memusuhi pelajaran matematika sewaktu masih sekolah. Memelajari rumus hitung-hitungan memang tidak semudah menghafal abjad. Namun, jika Anda atau anak Anda sangat sulit berhitung atau belajar matematika, mungkin ini adalah pertanda diskalkulia. Cari tahu lebih lengkap mengenai diskalkulia dan cara menanganinya di sini.

Apa itu diskalkulia?

Dilansir dari laman Understood.org, diskalkulia adalah jenis gangguan belajar yang mirip dengan disleksia, namun berhubungan dengan angka dibanding kata.

Diskalkulia didefinisikan sebagai kesulitan memperoleh keterampilan aritmatika dasar, seperti berhitung dan memahami bilangan.

Mereka cenderung merasa sulit untuk memecahkan soal matematika dasar, dan segala hal lain yang berkaitan dengan hitung-hitungan atau angka. Mungkin juga mereka sebenarnya memahami logika di balik matematika, tetapi tidak bagaimana atau kapan menerapkan apa yang mereka ketahui untuk menyelesaikan soal matematika.

Seringkali anak, atau bahkan orang dewasa, yang mengidap diskalkulia juga sulit memahami konsep kuantitas atau konsep seperti “lebih besar” dan “lebih kecil”.  Mereka mungkin tidak mengerti bahwa angka 5 sama artinya dengan kata “lima”. Anak-anak dengan diskalkulia juga susah mengingat fakta matematika, dan sulit memahami angka dan simbol-simbol lainnya dalam matematika.

Diskalkulia dapat berdampak pada pendidikan dan pekerjaan. Seringkali orang yang memiliki diskalkulia mengalami kesulitan finansial hingga bahkan sulit mendapat pekerjaan.

Namun, semua kesulitan ini tidak disebabkan oleh tingkat kecerdasan (intelegensi) yang kurang atau rendahnya jenjang pendidikan seseorang.

Tanda-tanda mungkin Anda atau anak Anda punya diskalkulia

Diskalkulia bisa dimiliki siapa saja, tidak tergantung pada jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status sosial, dan pengalaman hidup. Diperkiraan sekitar 5% anak-anak di sekolah dasar sedunia terpengaruh oleh gangguan ini.

Seringkali diskalkulia dikaitkan dengan disfungsi kognitif (misalnya, penurunan memori kerja dan keterampilan visuospasial), disleksia, atau gangguan defisit perhatian (ADHD).

Diskalkulia membuat seseorang sulit memahami konsep matematika atau berhitung. Maka, gejalanya bisa bervariasi antara satu orang dengan orang lainnya.

Perbedaan yang paling jelas seringkali terlihat dari antar jenjang usia. Tanda-tanda paling awalnya dapat muncul sedini usia PAUD, namun gejala diskalkulia cenderung lebih terlihat jelas seiring bertambahnya usia.

Untuk lebih jelasnya, cari tahu tanda-tanda diskalkulia berikut ini.

Tanda-tanda diskalkulia di sekolah TK atau PAUD

  • Kesulitan berhitung jika angkanya panjang, sementara anak-anak lain seusianya sudah bisa melakukannya
  • Kesulitan memahami pola seperti terkecil ke terbesar, atau tertinggi ke terkecil
  • Kesulitan mengerti simbol, seperti “7” itu berarti tujuh
  • Tidak memahami arti berhitung, misalnya ketika Anda meminta 5 permen, anak Anda akan meraup semua permen dari kaleng dan memberikannya pada Anda, daripada menghitungnya satu per satu dari 1 sampai 5.

Tanda-tanda diskalkulia di sekolah dasar

  • Kesulitan mengerti matematika dasar seperti, 2 + 6 = 8
  • Kesulitan memahami perbedaan +, -, dan simbol-simbol lain.
  • Masih berhitung dengan jari daripada berhitung di luar kepala
  • Kesulitan mengerti konsep umum yang berhubungan dengan matematika seperti, “Budi lebih tinggi daripada Andi”.

Tanda-tanda diskalkulia di sekolah menengah

  • Sulit memahami nilai
  • Sulit menulis angka dengan jelas atau menuliskannya di kolom atau baris yang benar
  • Memiliki masalah dengan pecahan dan dengan mengukur hal-hal, seperti bahan dalam resep sederhana
  • Sulit untuk mempertahankan skor di permainan olahraga

Tanda-tanda diskalkulia di sekolah atas

  • Sulit untuk mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya memberikan tip, mengestimasi total pengeluaran, dan lain sebagainya
  • Sulit memahami informasi yang tertera dalam grafik
  • Sulit mengukur bahan-bahan seperti dalam resep
  • Sulit melakukan pendekatan berbeda pada soal matematika yang sama

Cara membantu anak yang susah memahami matematika

Menangani anak atau orang dewasa dengan diskalkulia bukanlah hal mudah. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi dari ahli yang berguna untuk membantu pemahaman seorang diskalkulia tentang matematika:
  • Buatlah rencana belajar yang dirancang khusus
  • Buatlah game atau permainan pembelajaran berbasis matematika
  • Mempraktikkan keterampilan matematika jauh lebih sering daripada siswa lain
Cara lainnya yang bisa diterapkan untuk membantu seseorang dengan diskalkulia, seperti dikutip dari laman WebMD:
  • Biarkan anak Anda berhitung menggunakan tangan atau coret-coretan di kertas
  • Gunakan kertas atau buku bergaris. Ini membantu untuk menjaga agar kolom dan angka tetap di garis yang benar.
  • Gunakan musik saat belajar matematika
  • Cari guru les matematika yang bisa membantu
  • Gambar permasalahan matematika
  • Bermain game matematika
  • Hargai kerja keras anak Anda
  • Ajarkan anak Anda untuk mengatasi kecemasannya terhadap matematika
Sumber : msn.com


Comments

Popular posts from this blog

Contoh RPP Pembelajaran Berdiferensiasi

 RPP BERDIFERENSIASI Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang berpihak kepada murid. Seorang guru harus mengetahui Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi agar pembelajarannya dapat terlaksana dengan sukses. Menurut Tomlinson (2001: 45), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Setelah guru mengetahui tentang strategi pembelajaran berdiferensiasi, selanjutnya guru dapat membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdiferensiasi. Apa itu RPP berdiferensiasi dan apa perbedaannya dengan RPP yang selama ini kita buat dalam Kurikulum 2013 ? RPP berdiferensiasi adalah sebuah rencana pembelajaran yang disusun berdasarkan hasil pemetaan profil belajar murid. RPP berdiferensiasi berbeda dengan RPP yang selama ini kita buat berdasarkan Kurikulum 2013. Titik perbedaannya bisa diamati dari 3 elemen dalam pembelajaran berdiferensiasi  yaitu : konten, proses, dan produk p...

KESEPAKATAN KELAS

 Menerapkan Budaya Positip Sekolah Melalui Kesepakatan Kelas Seorang guru harus mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang nyaman, humanis dan berkarakter agar tujuan pendidikan tercapai. Salah satu ruang lingkup kecil yang harus kita jadikan wadah belajar yang menyenangkan adalah kelas. Untuk itu diperlukan membangun budaya positif di kelas yang merangkul semua harapan, impian dan tujuan murid dalam menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan menyenangkan.  Harapannya budaya positif ini dapat menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baik yang membangun motivasi intrinsik murid tersebut yang nantinya bermanfaat bagi dirinya, orang lain di sekitarnya, maupun lingkungannya. Upaya dalam membangun budaya positif di sekolah yang berpihak pada murid diawali dengan membentuk lingkungan kelas yang mendukung terciptanya budaya positif, yaitu dengan menyusun kesepakatan kelas.  Kesepakatan kelas tidak hanya berisi harapan guru terhadap murid, tapi juga harapan murid terhadap guru. Kes...

Bahasa Inggris Kelas 7 Tema Greeting Pebelajaran Abad 21

coretanya ceuceu                       Hai adik-adik kelas 7, bagaimana kabar kalian hari ini? semoga sehat selalu dan bersemangat dalam belajar ya. Dalam Pembelajaran Abad 21 dengan Tema yang pertama kali di pelajari dalam pelajaran bahasa Inggris kelas 7  yaitu   Greeting atau menyapa sesuai dengan materi yang tercantum pada materi pembelajaran bahasa Inggris Kurikulum 2013 yaitu: peserta didik belajar melakukan komunikasi lisan dan tulis dengan (a) menyapa, (b) berpamitan, (c) berterima kasih, dan (d) meminta maaf, serta menanggapinya, sangat pendek dan sederhana. Baiklah untuk lebih jelas lagi tentang materi greeting atau menyapa, bagaima respon yang diperlukan untuk interaksi dalam greeting atau menyapa akan dijelaskan dalam 3 versi sebagai berikut. Versi 1 Pihak  1: Good mornig/afternoon/evening. How are you?                (selamat pagi/siang/sore. Bagaim...